Jumat, 21 Juni 2013

Sebongkah Ilmu untuk merancang Rumah

Rumah merupakan jantung kehidupan yang semestinya dapat menjadi sumber kedamaian , sumber inspirasi, dan sumber energi bagi pemiliknya. Bahkan secara garis besar dapat diartikan sebagai wadah bagi individu atau keluarga untuk bernaung, berlindung dan melakukan eksistensinya, lebih lanjut, kadang rumah di sebut sebagai organisme hidup, dimana rumah selalu mengikuti kemakmuran pemilik? penghuninya (umumnya berlaku bagi golongan menengah ke bawah).

Untuk seorang perancang/arsitek sebelum merancang sebuah bangunan perlu mengetahui dan memahami klien sehingga hasil rancangan tepat sesuai dengan keinginan klien, langkah yang tepat untuk di lakukan adalah dengan :
1) melayani keinginan klien, karena pada dasarnya seorang arsitek itu merancang dan berkarya dengan uang klien.
2) memahami tipelogi klien
3) flexibelitas sikap, dimana seorang perancang bisa menyesuaikan diri dengan keadaan klien, ini penting untuk profesionalitas seorang arsitek.

supaya sebagai Arsitek bisa menemukan pendekatan yang tepat dengan klien secara mudah, bisa menggali informasi tentang klien sebanyak mungkin, sehingga bisa menemukan sebuah dasar rancangan yang kuat membentuk teamwork yang baik dengan klien.

Adapun kebutuhan informasi yang di butuhkan yang utama adalah :
Mengenai penghuninya, Aktivitas,Kebutuhan ruangnya, Hobi klien, Style, Dana yang dimiliki, Operasionalnya, maksudnya rumah yang akan di bangun itu harus hemat biaaya operasional dalam hal ini juga berarti ramah lingkungan, Rencana ke depan, adakalanya klien membangun rumah secara bertahap, atu mungkin juga suatu saat akan di alihfungsikan sehingga dengan rancangan yang tepat rumah tersebut ketika di alih fungsikan nanti klien tidak perlu banyak merubah fisik bagunannya lagi dan Permintaan khusus.


selanjutnya mengenai ruang, penting juga di pelajari ;
1)   penzoningan (pengelompokan karakter sejenis)
2)   organisasi ruang
3)   tata prabot
4)   suasana
5)   material
6)   warna

tujuannya adalah memahami kebutuhan ruang, aspek dalam tata ruang, hubungan antar ruang, proses transformasi dan mampu membuat denah yang nyaman

hasilnya dapat membuat analisa keunggulan dan kelemahan, kompromi ide dan tuntutan klien, prasyarat umum, hal yang dapat di jadikan contoh, dan mengetahui hal-hal yang harus di hindar.

Secara umum aspek  Denah tata ruang berhubungan erat dengan Lingkungan, Iklim, Kebutuhan, Kebiasaan, Budaya, Agama, Biaya, Peraturan.


Studi Kasus selalu dibutuhkan agar pengetahuan arsiteknya sendiri juga selalu ter-update sehingga hasilnya juga dapat memuaskan klien. Study Kasus ntara lain dapat berupa studi empiris, menggali pengalaman yang sudah ada dan evaluasi diri, mencari hal baru, sumbernya dapat berasal dari buku, website, film, atau langsung di lapangan. Untuk literatur sendiri bisa berupa : Standar, Majalah, Journal, Web site, eBook, sebuah literatur yang baik hendaknya mempunyai : Proyek, Konsep Arsitektur, Gambara dan Model, Review dari para ahli, danKomentar para penggunanya sendiri. Namun literatur juga mempunya kelemahan yaitu : Informasi kurang lengkap, Tipuan(misal seperti trik kamera dan lighting), tidak memberikan pengalaman rasa yang akurat selanjutnya Film, kelebihannya lebih banyak dari litteratur, misalnya : data cukup lengkap, Cukup mewakili, Memberikan sedikit pengalan rasa.

Aspek yang di pelajari  dan diperhatikan dalam studi kasus adalah :
1) Latar belakang proyek
2) Karakter klien
3) Konsep ide
4) Proses kreatif
5) Unsur arsitektur = utilitas, firmitas, Venustas
6) Tanggapan terhadap lingkungan
7) Iklim

Kamis, 20 Juni 2013

Pengertian Cahaya


Pengertian Cahaya


Cahaya dapat kita temui dimana-mana. Cahaya bersifat gelombang dan partikel, Maxwell (1831-1874) mengemukakan pendapatnya bahwa cahaya dibangkitkan oleh gejala kelistrikkan dan kemagnetan sehingga tergolong gelombang elektomagnetik. Cahaya sendiri pada hakekatnya tidak dapat dilihat, kesan adanya cahaya apabila cahaya tersebut mengenai suatu benda. melalui pendekatan cahaya sebagai gelombang dan partikel maka peristiwa refraksi, defraksi , dispersi, dan refleksi dapat dijelaskan dengan teori gelembang.


Sumber dan Sifat Cahaya

- Sumber cahaya secara garis besar dibagi
1. Cahaya Alam (Natural Ligthing)
Yang termasuk cahaya alam adalah cahaya matahari yang merupakan sumber cahaya utama dan dominan di bumi.

2. Cahaya Buatan (Artifasial)
Cahaya buatan ini meliputi cahaya listrik, cahaya gas, lampu minyak dan lilin. Cahaya buatan ini sebagai sarana pelengkap untuk penerangan ruangan.

- Sifat Cahaya
1) Cahaya Merambat Lurus
Cahaya yang dipancarkan oleh sebuah sumber cahaya merambat ke segala arah. Bila medium yang dilaluinya homogen, maka cahaya lurus. Bukti cahaya merambat lurus tampak pada berkas cahaya matahari yang menembus masuk ke dalam ruangan yang gelap. Demikian pula dengan berkas lampu sorot pada malam hari. Berkas Ketika menyentuh permukaan suatu benda maka rambatan cahaya akan mengalami dua hal, yaitu pemantulan atau pembiasan. Tidak tembus cahaya, sedangkan pembiasan terjadi pada benda yang transparan atau tembus cahaya.

2) Cahaya Dapat di Pantulkan
Kita dapat melihat benda di sekitar kita karena benda itu memantulkan cahaya. Kemudian cahaya pantulan itu masuk ke mata kita. Jelas tidaknya benda tergantung pada banyaknya cahaya yang dipantulkan oleh benda. Benda tampak berwarna merah karena benda tersebut memantulkan spektrum warna merah dan menyerap spektrum warna lain. Benda tampak hitam karena benda tidak
memantulkan cahaya tetapi menyerap semua spektrum warna, sedangkan benda putih akan memantulkan semua cahaya.

Jenis pemantulan cahaya ada 2 yakni pemantulan teratur dan pemantulan baur. pemantulan teratur adalah pemantulan yang sama sudutnya dengan sinar datang dan terjadi pada benda teratur. sedangkan pemantulan baur adalah cahaya yang dipantulkan yang tersebar ke banyak arah yang berbeda dikarenakan suatu permukaan tidak teratur.

3) Cahaya Dapat Dibiaskan
Setiap berkas cahaya yang masuk dari medium yang satu ke medium yang lain akan dibiaskan atau dibelokkan arah rambatnya disebut pembiasan atau refraksi.

Besarnya pergeseran berkas cahaya yang keluar dari suatu medium bergantung pada kerapatan optik medium tersebut. Jika cahaya masuk dari zat optik kurang rapat ke zat optik lebih rapat, cahaya dibiaskan mendekati garis normal. Sebaliknya, jika cahaya masuk dari zat optic lebih rapat ke zat optik kurang rapat, cahaya dibiaskan menjauhi garis normal.

4) Cahaya Dapat Diuraikan (Dispersi)
Dispersi cahaya merupakan peristiwa terurainya cahaya putih menjadi warna-warna spektrum. Isac Newton mengemukakan bahwa sesungguhnya cahaya putih mengandung semua dari tujuh warna yang terdapat pada pelangi. Berdasarkan urutan penurunan panjang gelombang, maka warna-warna yang seharusnya kamu lihat pada pelangi adalah merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.


Fotometri Dan Satuan

Fotometri ialah ilmu yang mempelajari tentang pengukuran kwantita cahaya. Ada beberapa kwantitas cahaya yaitu:

a. Kuat/ intensitas cahaya (I)
Kuat cahaya merupakan jumlah arus cahaya yang dapat dipancarkan dari sumber cahaya tiap satuan sudut ruang. Satuan kuat cahaya adalah Iilin(I)/candela (Cd). Satu iilin internasional ialah kuat cahaya yang memberikan cahaya sebanyak 1/20 kali banyaknya cahaya yang dipancarkan oleh 1cm2 platina pada titik lebur.

b. Arus cahaya (fluks cahaya=F)
Banyaknya tenaga cahaya yang dipancarkan dari sumber cahaya tiap satu satuan waktu. satuan arus cahaya adalah Lumen (Lm) yang didefinisikan sebagai satu Lumen adalah arus cahaya yang dipancarkan dari sumber cahaya sekuat 1 kandela steradial. atau arus cahaya yang dipancarkan dari sumber cahaya yang menubus bidang seluas 1 m2 dari kulit bola yang berjari-jari 1m dimana pusat bola terdapat 1 Iilin internasional.

c. Kuat penerangan (E)
Jumlah arus cahaya tiap satuan luas. satuan penarangan adalah Luks, satu Luks didefinisikan sebagai kuat penerangan bidang yang tiap 1m2 bidang tersebut menerima arus cahaya 1 Lumen.
Jika arus cahaya (F) menerangi merata suatu bidang seluas A m2 maka kuat penerangan bidang tersebut sebesar: E= F/A

d. Terang cahaya (e)
Besar kuat cahaya tiap cm2 dari luas permukaan sumber cahaya yang dilihat (kalo sumber cahaya berupa bola maka luas permukaanya dapat dilihat berupa luas lingkaran).

Rumus: e = I/A

Apabila ada 2 bola lampu yang berpijar mempunyai kuat cahya yang sama tetapi lampu yang kecil kelihatan lebih terang dari pada lampu yang besar. Dalam Hal ini dikatakan terang cahaya (e) lampu kecil lebih terang dari pada lampu yang besar.