Rumah merupakan
jantung kehidupan yang semestinya dapat menjadi sumber kedamaian , sumber
inspirasi, dan sumber energi bagi pemiliknya. Bahkan secara garis besar dapat diartikan sebagai wadah bagi
individu atau keluarga untuk bernaung, berlindung dan melakukan eksistensinya, lebih
lanjut, kadang rumah di sebut sebagai organisme hidup, dimana rumah selalu
mengikuti kemakmuran pemilik? penghuninya (umumnya berlaku bagi golongan
menengah ke bawah).
Untuk seorang perancang/arsitek
sebelum merancang sebuah bangunan perlu mengetahui dan memahami klien sehingga
hasil rancangan tepat sesuai dengan keinginan klien, langkah yang tepat untuk
di lakukan adalah dengan :
1) melayani keinginan klien, karena
pada dasarnya seorang arsitek itu merancang dan berkarya dengan uang klien.
2) memahami
tipelogi klien
3) flexibelitas sikap, dimana seorang
perancang bisa menyesuaikan diri dengan keadaan klien, ini penting untuk
profesionalitas seorang arsitek.
supaya sebagai Arsitek bisa menemukan pendekatan
yang tepat dengan klien secara mudah, bisa menggali informasi tentang
klien sebanyak mungkin, sehingga bisa menemukan sebuah dasar rancangan yang kuat membentuk teamwork yang baik dengan
klien.
Adapun kebutuhan informasi yang di
butuhkan yang utama adalah :
Mengenai penghuninya, Aktivitas,Kebutuhan ruangnya, Hobi klien, Style, Dana yang dimiliki, Operasionalnya, maksudnya rumah yang
akan di bangun itu harus hemat biaaya operasional dalam hal ini juga berarti
ramah lingkungan, Rencana ke depan, adakalanya klien
membangun rumah secara bertahap, atu mungkin juga suatu saat akan di
alihfungsikan sehingga dengan rancangan yang tepat rumah tersebut ketika di
alih fungsikan nanti klien tidak perlu banyak merubah fisik bagunannya lagi dan Permintaan khusus.
selanjutnya mengenai ruang, penting
juga di pelajari ;
1) penzoningan (pengelompokan karakter
sejenis)
2) organisasi ruang
3) tata prabot
4) suasana
5) material
6) warna
tujuannya adalah memahami kebutuhan ruang, aspek dalam tata ruang, hubungan antar ruang, proses transformasi dan mampu membuat denah yang nyaman
hasilnya dapat membuat analisa keunggulan dan
kelemahan, kompromi ide dan tuntutan klien, prasyarat umum, hal yang dapat di jadikan contoh, dan mengetahui hal-hal yang harus di
hindar.
Secara umum aspek Denah
tata ruang berhubungan erat dengan Lingkungan, Iklim, Kebutuhan,
Kebiasaan, Budaya, Agama, Biaya, Peraturan.
Studi Kasus selalu dibutuhkan agar pengetahuan arsiteknya sendiri juga
selalu ter-update sehingga hasilnya juga dapat memuaskan klien. Study
Kasus ntara lain dapat berupa studi empiris, menggali pengalaman yang sudah ada dan evaluasi diri, mencari hal baru, sumbernya dapat berasal dari buku,
website, film, atau langsung di lapangan. Untuk literatur sendiri bisa berupa
: Standar, Majalah, Journal, Web site, eBook, sebuah literatur yang baik
hendaknya mempunyai : Proyek, Konsep Arsitektur, Gambara dan Model, Review dari
para ahli, danKomentar para penggunanya sendiri. Namun literatur juga mempunya
kelemahan yaitu : Informasi kurang lengkap, Tipuan(misal seperti trik kamera
dan lighting), tidak memberikan pengalaman rasa yang akurat selanjutnya Film, kelebihannya lebih
banyak dari litteratur, misalnya : data cukup lengkap, Cukup mewakili,
Memberikan sedikit pengalan rasa.
Aspek yang di pelajari dan
diperhatikan dalam studi kasus adalah :
1) Latar belakang proyek
2) Karakter klien
3) Konsep ide
4) Proses kreatif
5) Unsur arsitektur = utilitas,
firmitas, Venustas
6) Tanggapan terhadap lingkungan
7) Iklim